Kamis, 06 Juni 2013

Pengertian Efektivitas Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen



Topik Blog ini adalah Efektivitas Proses Pembelajaran PAK. Kata-kata ini diartikan sebagai berikut:
“Efektivitas” adalah ketercapaian tujuan. Dalam konteks pembelajaran, efektivitas adalah ketercapaian tujuan pembelajaran. Ini berarti ukuran efektivitas pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam bentuk Standar Kompetensi maupun Kompetensi Dasar yang dicabarkan lagi dalam indicator-indikator Kompetensi Dasar. Bila indicator-indikator ini tercapai maka pembelajaran berlangsung secara efektif.
“Proses  dalam konteks pembelajaran diartikan sebagai  interaksi antara pendidik dan peserta didik, antara peserta didik dalam suatu kegiatan pembelajaran yang dilangsungkan di kelas pada setiap pertemuan sampai pada akhir pertemuan/akhir semester. Jadi proses pembelajaran adalah interaksi dua arah dalam kegiatan belajar mengajar (Pembelajaran)
“Pembelajaran” adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menggambarkan kegiatan terstruktur edukatif antara pendidik dengan peserta didik. Ini berarti di dalam pembelajaran ada kegiatan mengajar dan belajar. Kegiatan mengajar dilakukan oleh guru dan dosen, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik.[1]
Mengajar dan belajar atau mendidik dan belajar bukanlah sesuatu yang tidak dinarasikan dalam Alkitab, di dalam Alkitab justru terdapat banyak bukti tentang kegiatan mengajar. Memang benar bahwa mengajar yang disebutkan di dalam Alkitab tidak harus dibayangkan secara formal seperti yang terjadi sekarang ini di dalam kelas. Walaupun demikian konsep tentang mengajar dan praktik mengajar sudah ada dalam Alkitab.[2]
Allah sendiri memulainya di taman Eden untuk dua manusia pertama, dan manusia pertama meneruskan kegiatan mendidik itu, kegiatan mendidik dan dididik (mengajar dan belajar) itu diwariskan dari generasi ke generasi manusia sepanjang zaman sampai ditemukannya praktik pendidikan secara formal dalam bentuk sekolah.
Di atas telah dinyatakan bahwa kegiatan mengajar telah dilakukan oleh Tuhan dan kegitan mengajar dan belajar dipercayakan kepada manusia. Informasi Biblika mendukung pernyataan ini. Data-data itu dapat diruntut dalam ayat-ayat Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang berhubungan dengan kata mengajar dapat diperhatikan dalam nats-nats ini[3]: Kel. 4:12, 35:34, Ul. 20:18, Hak. 13:8, II Sam. 22:35, II Raj. 12:2, II Taw. 17:7,9, Ezr. 7:10, Neh. 8:9,9:20, Ayb. 4:3, 15:5, 36:2, Maz. 18:34, 32:8, 71:17, 119:102, 144:1, Kid. 8:2.
Pada ayat-ayat di atas dipakai kata “mengajar”, frasa mengajar dalam ayat-ayat ini dipakai dalam beberapa pengertian yaitu dalam arti kiasan dan  literal (pembahasannya dalam kajian teori bab II disertasi). Sedangkan data-data Perjanjian Lama tentang “mendidik” dapat dilihat dalam: II Raj. 10:6, Ams. 6:23, 9:7, sementara data tentang  didikan” dapat diperhatikan dalam ayat-ayat ini: Ayb. 5:17, Ams. 1:2, 3, 7,8, 3:1, 4:1, 13, 5:12, 23, 8:33, 10:17, 12:1, 13:1, 13:18, 15:5, 10, 32, 33, 19:20. Sedangkan data Perjanjian Baru tentang “mengajar” dapat dilihat dalam: Mat. 9:35, 11:1, 13:54,21:23, 26:55, Mark. 1:21, 2:13, 4:1, 6:6, 10:1, 12:35, Luk. 4:31, 5:17, 6:6, 11:37, 12:1, 13:10, 22, 20:1, 21:37, Kis. 13:43. Sedangkan data tentang “dididik/pendidik” dalam Perjanjian Baru muncul secara dua kali, yaitu Rom. 2:20 (pendidik orang bodoh), I Kor. 4:15 (beribu-ribu pendidik dalam Kristus …).[4]
Berdasarkan temuan-temuan literal dalam Alkitab tentang mengajar, mendidik dan belajar baik secara tersurat maupun tersirat menegaskan bahwa Alkitab unik dengan kitab-kitab suci lainnya. Alkitab menyentuk banyak level. Misalnya secara sejarah ada dalam Alkitab, Puisi juga terdapat dalam Alkitab, Hikmat, wahyu semuanya ada dalam Alkitab. Dengan demikian Alkitab berwibawa dalam Didakticum. Tuhan adalah pengajar utama dan pertama, Yesus Kristus Guru Agung, Roh Kudus adalah guru Multiple Intellegence.  
Kembali pada topic blog ini yakni efektivitas proses pembelajaran, baik secara umum maupun pendidikan keagamaan seperti Pendidikan Agama Kristen mutlak memikirkan proses pembelajaran secara mendalam. Komponen-komponen proses pembelajaran terdiri atas:
1.    Tujuan Pembelajaran
2.    Isi/Materi Pembelajaran
3.    Metode Pembelajaran
4.    Media Pembelajaran
5.    Evaluasi Pembelajaran
Lima komponen di atas patut digumuli secara komprehensif, khususnya dalam proses Pendidikan Aagama Kristen yang dilaksanakan di SD, SMP, SMA/SMU/SMTK, Sekolah Tinggi dan Universitas.
Saya akan membahasa lima komponen “proses pembelajaran” dalam postingan berikutnya.

Salam Didaktik Kristi.
Dr. Yonas Muanley, M.Div., M.Th.


S.Th. STT Injili Arastamar Jakarta
M.Div. STT Jaffray Jakarta (2002)
M.Th. Konfersi di UKI, dan Ujian Negara di STT Injili Arastamar
D.Th. Bidang Pendidikan Agama Kristen.

Kuliah di Program Pascasarjana STT Baptis Indonesia Semarang sejak tahun 2007.
Menyelesaikan materi kuliah di STT Baptis Indonesia sampai pada tingkat pengajuan proposal Disertasi dan telah masuk dalam bimbingan awal disertasi, akan tetapi karena factor kesibukan kantor dan factor jarak tempuh Jakarta dan Semarang, dan sejak 2009 harus membiayai sendiri maka terkendala dan akhirnya memohon untuk pindah ke Jakarta dan dikabulkan oleh STT Baptis Indonesia dengan member surat-surat lengkap seperti: Transkrip Nilai, Surat Keterangan Pindah, dan surat kelakuan baik selama studi. Kemudian saya pindah ke STT Rahmat Emmanuel Jakarta. Sungguh luar biasa layanan STT Baptis Indonesia Semarang. Sangat mantap layanan administrasinya, berkualitas dalam bentuk kuliah program Doktor Teologi yaitu “Kolokium” . Semangat kolokium itulah yang sangat menolong saya sebagai dosen. Setiap kali kami berjumpa dalam perkuliahan, nuansa “kolokium” sangat terasa, perdebatan antar mahasiswa yang kadang berlangsung seru. Suatu saat dalam MK. Filsafat Pendidikan Agama Kristen yang diasuh oleh Prof. Dr. M. Tairas, M.A. saya berdebat secara sengit dengan teman-teman kuliah yang datang dari berbagai kampus di Indonesia, dosen membiarkan suasana itu berlangsung dan saya sangat senang untuk itu. Ternyata sebagian dosen adalah tamatan dari Amerika Serikat. Saya sangat kagum karena silabus mereka sangat bagus. Sebelum kuliah dimulai, beberapa bulan sudah dikirim silabus dengan topic-topik yang akan didiskusikan, setiap mahasiswa memilih atau ditentukan oleh dosen. Topik tersebut disiapkan secara ilmiah kemudian didiskusikan dalam format meja Perjamuan Yesus Kristus (lihat gambar Yesus sedang mengajar murid-murid-Nya). Singkatnya terima kasih untuk para dosen saya di STT Baptis Indonesia Semarang:
1.    Pdt. Dr. Sentot Sadono, M.Th.
2.    Pdt. Dr. Sutarman, M.Th.
3.    Pdt, Dr. Bambang, M.Th.
4.    Dr. Wikanti
5.    Dr. M. Tayras, M.A.
6.    Pdt. Dr. John Tairas, M.A.
7.    Dll. (Maaf sebagian dosen saya lupa namanya)


[1] Dr. Yonas Muanley, M.Th. Pengaruh Kompetensi Paedagogik, Motivasi Berprestasi Dosen, Integrasi Pendidikan Karakteristik Unggul Berbasis Didaktik Yesus, Pemanfaatan Free Weblog sebagai Bahan Ajara Online Terhadap Efektivitias Proses Pembelajaran di STT IKSM Santosa Asih Jakarta, STT Paulus, STT Arrabona, STT Rahmat Emmanuel Jakarta. Disertasi STT Rahmat Emanuel Tahun 2012, hlm.1
[2] Ibid
[3]Ibid
[4] Ibid

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar